Hypnosis, Otak Sadar dan Bawah Sadar

bluebrain-jpg.jpg Ada pertanyaan yang diajukan kepada saya pada pelatihan Inhouse NLP Unlock Success Potential untuk para Manager PT.Telkom di Bandung awal Desember 2007 yl , apa hubungan antara otak sadar, bawah sadar dan hypnosis?.

Para ahli mengatakan bahwa volume otak sadar hanyalah 12% dan sisanya yang 88% adalah otak bawah sadar. Jadi, hampir semua kegiatan kita sebenarnya banyak dikendalikan oleh otak bawah sadar. Kalau begitu apa fungsi otak sadar, bawah sadar dan apa hubungannya dengan hypnosis? Kalau kita diterapi dengan teknik hypnotherapy, apa sebenarnya hubungan otak sadar dan bawah sadar? Tajam sekali pertanyaan sang manager ini, maklum sebagian besar peserta berpendidikan S2 dan MBA ini. Inilah penjelasannya……

Otak sadar pada prinsipnya adalah tempat memproses data (analisa, sintesa, pengambilan keputusan, berpikir logis, dll), working memory, dan bersifat short term memory. Otak bawah sadar adalah tempat referensi data (kebiasaan, citra diri, karakter), long term memory dan tempat referensi data. Amibil sebuah contoh sederhana, hypnotherapy orang kegemukan (HypnoSlimming), dengan tujuan mengurangi dan mengubah pola makan (makan secukupnya, tidak ngemil dll). Apakah orang ini “tahu” dan “sadar” bahwa gemuk itu “jelek” dan berbahaya untuk kesehatan? Ya, tentu dia tahu…. Lantas, mengapa masih juga suka makan dan ngemil? Pikiran sadar mengatakan bahwa makan banyak itu “berbahaya” untuk kesehatan, tapi pikiran bawah sadar mengatakan “sangat suka makan”. Bukankah ini berlawanan?

Cal Banyan (seorang ahli hypnotherpy dari USA) mengatakan, inilah kondisi “critical factor”, yaitu ketidaksinkronan antara pikiran sadar dan bawah sadar. Robert B. Dilt, seorang pakar NLP dari NLP University berpendapat, bahwa penyebab problem manusia (gagal, mental block, dll) adalah masalah critical factor ini. Saya setuju dengan pendapat ini. Jawaban dari sisi ilmu hypnosis, pola makan ini sudah “masuk” dalam level pikiran bawah sadar. Dia sudah punya “kebiasaan suka makan” (pleasure). Dia sudah punya “program” (kebiasaan) makan tertentu yang “sulit” diubah. Untuk itu, inilah fungsi soerang hypnotherapist yang “bermain” pada level pikiran bawa sadar, untuk “memprogram” ulang (mengganti) “program” lama dengan “program baru”.  

Prinsip yang sama diterapkan untuk “program-program” yang “salah”, untuk diganti dengan yang baru. Kekhawatiran (anxiety), fobia, sering stres, kurang percaya diri berbicara di depan umum, merasa bodoh, melawan orang tua, garuk-garuk karena alergi, asma dll, adalah “ program” yang harus “diganti” oleh hypnotherapist.

Untuk mempertahankan diri dari segala hal yang negatif yang merupakan mental block, sebenarnya seseorang dapat melakukan self hypnosis/self hypnotherapy.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: