Keluarga harus juga di-hypnotherapy…….

Dalam beberapa kali sesi Parenting (teknik mendidik dan membesarkan anak dengan metoda hypnosis),  ada beberapa orang tua yang telah membawa anaknya ke ahli jiwa, tetapi tidak juga mendapatkan hasil yang menggembirakan. Sekitar 2 minggu lagi ternyata “penyakit” anak tersebut kambuh kembali, bahkan penyakit ini semakin parah, anak semakin “berandalan”. Tentu saja orang tuanya pusing 7 keliling serta stress. Bagaimana teknik terapinya? …… 

Dalam HypnoParenting, pertama, tentu digali dari orang tuanya, ada apa dengan sang anak, serta apa-apa yang sudah dilakukan orang tua terhadap sang anak tadi. Tahap berikutnya, intake interview dengan sang anak. Pada awal terapi ke anak, harus ditanamkan rasa percaya, bahwa saya sebagai hypnotherapist mampu membantu menyelesaikan masalah anak tadi.

Nah disinilah, anda yang berprofesi sebagai hypnotherapist harus mampu meyakinkan bahwa anda mampu menyelesaikan masalahnya. Dari mana kita tahu bahwa dia percaya kepada kita sebagai hypnotherapist? Amati saja raut wajahnya…….Yang paling ampuh adalah, saya katakan bahwa nanti orang tua juga harus diterapi. Barulah dia tenang, dan mau terbuka kepada saya. Pada orang tuanya saya katakan: ”Kalau anak bermasalah, kira-kira tanggung jawab siapa untuk menyelesaikan problem ini? Tanggung jawab saya sebagai terapist, tanggung jawab bapak & ibu, atau tanggung jawab sang anak?” ”Ya, tanggung jawab kami sabagai orang tua”. ”Benar. Kalau begitu, bagaimana kalau bapak & ibu saya beri tip dan cara untuk mendidik anak?”. ”Ya, tentu kami mau”.

”OK. Jadi tentunya bapak & ibu sanggup untuk mengikuti tips-tips hypnotherapy yang akan saya berikan. Berarti bapak yang akan men”terapi” sendiri putra bapak. Berarti disini mempunyai tanggung jawab yang besar”. Deal pak? Yes! (disini saya pakai Ericksonian Hypnosis untuk proses persuasi dengan bapak/ibunya) Nah, disinilah peran hypno parenting masuk, yaitu teknik-teknik komunikasi dengan anak, alias orang tua harus juga di-hypnotherapy sebagai modal untuk menterapi sang anak. Bukankah sang orang tua kesehariannya sering bertemu dengan sang anak? Jadi, orang tua harus diberi ilmu terapi, agar saya tidak repot lagi…….

Solusi yang saya berikan berkisar tentang pemberian apresiasi yang cukup sering kepada anak, mengubah cara komunikasi non-verbal, peningkatan self esteem, interrupt behavior pattern, pembentukan anchor baru yang positif dan self hypnosis serta chair therapy pada sang anak. 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: